Jumat, 12 Oktober 2012

Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Jepang

Pada tanggal 8 Maret 1942 Indonesia telah berada di bawah pendudukan Jepang. Untuk 
meraih simpati dari rakyat Indonesia, penjajah Jepang melakukan propaganda: 
a. Jepang mengaku sebagai "Saudara Tua" yang akan membebaskan Asia dari 
penindasan bangsa Barat. 
b. Jepang mempropagandakan semboyan "Tiga A" 
1) Jepang Pemimpin Asia. 
2) Jepang Pelindung Asia. 
3) Jepang Cahaya Asia. 
c. Jepang menjanjikan kemudahan bagi bangsa Indonesia, seperti dalam melakukan 
ibadah, mengibarkan bendera merah putih berdampingan dengan bendera Jepang, 
menggunakan bahasa Indonesia, dan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" 
bersama lagu kebangsaan Jepang "Kimigayo". 

a. Organisasi-organisasi sosial 
1) Gerakan Tiga A 
Dipimpin oleh Mr Syamsuddin bekas tokoh Parindra.Pendirian gerakan Tiga A sebagai 
maksud untuk meraih simpati penduduk dan tokoh masyarakat. Namun gerakan ini 
kurang berhasil, sehingga Jepang membentuk organisasi yang lebih menarik. 
2) Pusat Tenaga Rakyat (Putera) 
Sebagai ganti Gerakan Tiga A, didirikan Putera pada tanggal 1 Maret 1943. Dipimpin 
oleh tokoh-tokoh nasional yang sering disebut empat serangkai yaitu Soekarno, 
Mohammad Hatta, KH Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara. Putera cukup diminati 
oleh kalangan tokoh pergerakan Indonesia. 
Pemerintah Jepang kurang puas dengan kegiatan Putera. Sebab para tokoh Putera memanfaatkan organisasi ini untuk melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh 
Didirikan tahun 1943, merupakan organisasi prajurit pembantu tentara Jepang. Pada 
saat itu Jepang sudah mengalami kekalahan di beberapa front pertempuran. 
5) Pembela Tanah Air (PETA) 
Didirikan 3 Oktober 1943, merupakan pasukan bersenjata yang memperoleh pendidikan 
militer secara khusus dari Jepang. Kelak para eks-PETA akan besar peranannya dalam 
bertempur melawan Jepang dan Belanda. 

Beberapa bentuk perjuangan pada jaman Jepang adalah: 
1. Memanfaatkan Organisasi Bentukan Jepang 
Kelompok bersedia bekerja sama dengan Jepang. Sebenarnya ini adalah sebagai bentuk 
perjuangan diplomasi. Tokoh-tokohnya adalah para pemimpin Putera seperti; Sukarno, 
Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mas Mansyur. 
Mereka memanfaatkan Putera sebagai sarana komunikasi dengan rakyat. Putera justru 
dijadikannya sebagai ajang kampanye nasionalisme. Pemerintah Jepang menyadari hal 
tersebut, dan akhirnya membubarkan Putera digantikan Barisan Pelopor. 
2. Gerakan Bawah Tanah 
Pelarangan berdirinya partai politik pada zaman Jepang, mengakibatkan sebagian tokoh 
perjuangan melakukan gerakan bawah tanah. Gerakan perjuangan ini dilakukan melalui 
kegiatan-kegiatan tidak resmi, tanpa sepengetahuan Jepang. 
Mereka terus melakukan konsolidasi dalam menuju kemerdekaan Indonesia. Mereka 
menggunakan tempat-tempat strategis, seperti asrama pemuda untuk melakukan 
pertemuan-pertemuan. Penggalangan semangat kemerdekaan dan membentuk suatu 
negara terus mereka kobarkan. 
Tokoh-tokoh yang masuk dalam garis pergerakan bawah tanah adalah Sutan Sjahrir, 
Achmad Subarjo, Sukarni, A. Maramis, Wikana, Chairul Saleh, dan Amir Syarifuddin. 
Mereka terus memantau perang Pasifik melalui radio-radio gelap. Sebab pada saat itu 
Jepang melarang bangsa Indonesia memiliki pesawat komunikasi. Kelompok bawah 
perjuangan. Akhirnya Putera dibubarkan. 
3) Jawa Hokokai 
Pada tahun 1944 dibentuk Jawa Hokokai (Gerakan Kebaktian Jawa). Kegiatan ini 
langsung di bawah pengawasan para pejabat Jepang. Tujuan pokoknya adalah 
menggalang dukungan untuk rela berkorban demi pemerintah Jepang. 
4) Masyumi 
Islam adalah penduduk mayoritas bangsa Indonesia. Jepang merasa harus bisa menarik 
hati golongan ini. Untuk itu pada tahun 1943 Jepang membubarkan Majelis Islam Ala 
Indonesia, dan menggantikannya dengan Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). 
Masyumi dipimpin oleh KH Hasyim Ashari dan KH Mas Mansyur. 

b. Pembentukan Organisasi Semi Militer 
1) Seinendan 
Organisasi Barisan Pemuda (Seinendan) dibentuk 9 Maret 1943. Tujuannya adalah 
memberi bekal bela negara agar siap mempertahankan tanah airnya. Maksud Jepang 
adalah untuk membantu menghadapi tentara Sekutu. 
2) Fujinkai 
Merupakan himpunan kaum wanita di atas 15 tahun untuk latihan semi militer. 
3) Keibodan adalah barisan pembantu polisi, untuk laki-laki berumur 20-25 tahun. 
4) Heiho 
tanah inilah yang sering disebut golongan radikal/ keras, karena mereka tidak kenal 
kompromi dengan Jepang. 
eberapa Perlawanan Bersenjata 
Di samping perjuangan yang dilakukan dengan memanfaatkan organisasi bentukan 
Jepang dan gerakan bawah tanah, juga terdapat perlawanan-perlawanan bersenjata 
yang dilakukan bangsa Indonesia. Perlawanan tersebut terjadi di Aceh, Singaparna Jawa 
Barat, dan Indramayu Jawa Barat. 

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2223980-perlawanan-bangsa-indonesia-terhadap-jepang/#ixzz299PFgx9N

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar